Book Webinar

ADMISSIONS TRENDS

Transformasi Pendidikan di Pedesaan: SDN 1 Jegong Menjadi Sekolah Penggerak

by twothekno

Transformasi Pendidikan di Pedesaan: SDN 1 Jegong Menjadi Sekolah Penggerak

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk masa depan generasi bangsa. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan, Program Sekolah Penggerak hadir sebagai inisiatif Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mempercepat transformasi mutu pendidikan di Indonesia. Salah satu sekolah yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan program ini adalah sdn 1 jegong, sebuah sekolah dasar negeri yang terletak di Desa Jegong, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Komitmen Awal Menuju Perubahan

Program Sekolah Penggerak dirancang untuk mendorong transformasi holistik sekolah melalui penguatan kompetensi kepala sekolah, guru, dan peningkatan kualitas pembelajaran berbasis karakter dan kompetensi. SDN 1 Jegong mulai terlibat dalam program ini pada tahun 2023, setelah melalui seleksi yang ketat dan menunjukkan kesiapan dari sisi kepemimpinan sekolah, sumber daya manusia, serta antusiasme untuk berubah.

Kepala SDN 1 Jegong, Ibu Siti Mulyani, S.Pd., mengungkapkan bahwa keterlibatan dalam Program Sekolah Penggerak merupakan sebuah tantangan sekaligus peluang besar. “Kami ingin menjadi bagian dari perubahan yang nyata. Program ini memberi kami bekal dan semangat baru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan manajemen sekolah,” ujarnya.

Pendekatan Pembelajaran Berbasis Murid

Salah satu transformasi utama yang terjadi di SDN 1 Jegong sejak mengikuti program ini adalah perubahan paradigma pembelajaran. Jika sebelumnya pembelajaran cenderung berpusat pada guru, kini pendekatan yang diterapkan lebih berorientasi pada kebutuhan dan potensi murid.

Para guru didorong untuk menggunakan metode pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Model pembelajaran berdiferensiasi mulai diterapkan, sehingga setiap murid bisa belajar sesuai gaya dan kecepatan mereka masing-masing. Dalam pelaksanaannya, guru-guru di SDN 1 Jegong juga mendapatkan pendampingan dari pelatih ahli serta komunitas belajar yang memperkaya wawasan dan praktik mengajar mereka.

Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Program Sekolah Penggerak juga menekankan pentingnya pembangunan karakter melalui penguatan Profil Pelajar Pancasila. Di SDN 1 Jegong, nilai-nilai seperti gotong royong, mandiri, dan berakhlak mulia mulai ditanamkan tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga dalam kegiatan ekstrakurikuler dan proyek-proyek sekolah.

Salah satu kegiatan yang menonjol adalah projek penguatan profil pelajar Pancasila yang bertema lingkungan hidup. Dalam projek ini, murid-murid diajak untuk mengenali permasalahan lingkungan di sekitar desa, lalu merancang solusi sederhana seperti membuat tempat sampah dari barang bekas atau menanam tanaman obat keluarga di halaman sekolah.

Dukungan Komunitas dan Orang Tua

Kesuksesan pelaksanaan Program Sekolah Penggerak tidak lepas dari keterlibatan semua pihak. SDN 1 Jegong berupaya menjalin sinergi dengan komite sekolah, orang tua murid, serta tokoh masyarakat. Mereka secara aktif dilibatkan dalam kegiatan sekolah, mulai dari diskusi pengembangan kurikulum hingga mendukung kegiatan literasi dan budaya sekolah.

“Kolaborasi adalah kunci. Kami menyadari bahwa sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Ketika orang tua dan masyarakat terlibat, proses pendidikan menjadi lebih kuat dan bermakna,” jelas Ibu Siti.

Harapan dan Langkah Ke Depan

Meski berada di daerah pedesaan, SDN 1 Jegong membuktikan bahwa semangat untuk maju tidak mengenal batas geografis. Melalui Program Sekolah Penggerak, sekolah ini telah menunjukkan transformasi yang signifikan dalam budaya belajar, pola pikir pendidik, serta keterlibatan murid secara aktif.

Ke depan, SDN 1 Jegong berharap dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di sekitarnya. Dengan semangat gotong royong dan inovasi yang terus ditumbuhkan, sekolah ini optimis akan mencetak generasi penerus yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.

  • Copyright@2026
Book Webinar