Book Webinar

ADMISSIONS TRENDS

6 Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari yang Ampuh, Simak!

by meravi9178

Demam pada anak di malam hari sering membuat orang tua khawatir, terutama ketika suhu tubuh meningkat saat anak hendak tidur. Kondisi ini sebenarnya cukup umum dan biasanya merupakan tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi. Meski begitu, anak tetap perlu mendapatkan penanganan yang tepat agar merasa nyaman dan dapat beristirahat.

Berikut enam cara mengatasi anak demam di malam hari yang dapat dilakukan di rumah.

1. Ukur Suhu Tubuh Anak

Langkah pertama adalah memastikan anak benar-benar mengalami demam dengan mengukur suhu menggunakan termometer. Hindari hanya mengandalkan rabaan tangan karena kulit yang terasa panas belum tentu menunjukkan suhu tubuh yang tinggi.

Catat suhu tubuh dan perhatikan perubahan kondisinya. Selain suhu, amati apakah anak masih mau minum, makan, bermain, dan merespons ketika diajak berkomunikasi. Kondisi umum anak sering kali lebih penting daripada angka suhu semata.

2. Berikan Cukup Cairan

Saat demam, tubuh anak dapat kehilangan lebih banyak cairan. Karena itu, berikan minum secara teratur untuk membantu mencegah dehidrasi.

Anak dapat diberikan air putih, ASI untuk bayi yang masih menyusu, atau cairan lain yang sesuai dengan usianya. Jika anak sulit minum dalam jumlah banyak sekaligus, berikan sedikit tetapi lebih sering.

Perhatikan tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering, jarang buang air kecil, tidak mengeluarkan air mata ketika menangis, atau anak terlihat sangat lemas.

3. Gunakan Pakaian yang Nyaman

Ketika anak demam, jangan https://tarotreadingfreeonline.com/ membungkus tubuhnya dengan pakaian atau selimut yang terlalu tebal. Kondisi tersebut justru dapat membuat panas tubuh sulit keluar.

Kenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Pastikan kamar memiliki suhu yang nyaman serta sirkulasi udara yang baik. Jika anak menggigil, gunakan selimut secukupnya sampai rasa menggigil mereda, tanpa membuat tubuhnya terlalu panas.

4. Kompres dengan Air Hangat

Kompres dapat membantu membuat anak merasa lebih nyaman ketika demam. Gunakan kain bersih yang dibasahi dengan air hangat suam-suam kuku, kemudian tempelkan pada area tubuh seperti dahi atau leher.

Hindari menggunakan air es atau mengompres dengan alkohol. Suhu yang terlalu dingin dapat menyebabkan anak menggigil dan justru membuatnya semakin tidak nyaman.

Kompres bukan bertujuan menurunkan suhu tubuh secara drastis, melainkan membantu memberikan rasa nyaman selama anak beristirahat.

5. Berikan Obat Penurun Demam Jika Diperlukan

Jika anak terlihat tidak nyaman akibat demam, obat penurun panas seperti paracetamol dapat digunakan sesuai usia atau berat badan dan petunjuk pada kemasan maupun anjuran tenaga kesehatan.

Jangan memberikan obat secara sembarangan, terutama kepada bayi atau anak yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Hindari pula memberikan aspirin kepada anak tanpa arahan dokter.

Perlu diingat bahwa tujuan utama pemberian obat penurun demam adalah membuat anak lebih nyaman, bukan sekadar mengejar angka suhu tubuh agar kembali normal.

6. Biarkan Anak Beristirahat dan Pantau Kondisinya

Istirahat membantu tubuh anak memulihkan diri. Biarkan anak tidur dengan posisi yang nyaman dan jangan memaksanya melakukan aktivitas berat.

Namun, orang tua tetap perlu memantau kondisi anak sepanjang malam. Perhatikan pernapasan, tingkat kesadaran, kemampuan minum, serta apakah anak dapat dibangunkan dan memberikan respons secara normal.

Segera cari pertolongan medis apabila anak sulit bernapas, kejang, sulit dibangunkan, mengalami penurunan kesadaran, menunjukkan tanda dehidrasi berat, mengalami leher kaku, muncul ruam yang tidak biasa, atau kondisinya semakin memburuk. Bayi yang masih sangat kecil dan mengalami demam juga memerlukan perhatian medis lebih cepat.

Kapan Anak Demam Perlu Dibawa ke Dokter?

Sebagian besar demam pada anak dapat membaik ketika penyebabnya teratasi. Namun, jangan hanya berfokus pada suhu tubuh. Jika demam berlangsung beberapa hari, berulang, atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Pada bayi, terutama bayi berusia di bawah 3 bulan, demam memerlukan evaluasi medis segera karena risiko infeksi serius lebih tinggi.

  • Copyright@2026
Book Webinar